Torehan Ayam Cinta

Liga Super Indonesia

July 13, 2008 · 2 Comments

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya bergulir juga perhelatan paling akbar di pentas sepak bola negri kita ini. Yup, Indonesia Super League atau yang klo di Indonesiakan jadi Liga Super Indonesia :p. Dengan mengusung nama baru tentunya PSSI membawa format baru untuk LSI yang notabene menjadi kasta paling tinggi di dunia persepakbolaan negri kita. LSI sendiri terlaksana karena adanya desakan dari AFC (Asian Football Confederation) untuk meningkatkan kualitas persepakbolaan di Asia agar tidak ketinggalan terlalu jauh dengan sepak bola di eropa sono.
KENDALA LSI
Pada pelaksanaannya ternyata masih banyak kendala yang harus dihadapi, tidak hanya oleh PSSI bahkan oleh klub. Sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh BLI (Badan Liga Indonesia) yang merunut dari keputusan AFC dirasakan berat oleh hampir seluruh klub yang akan bertanding di LSI. Faktor pertama dan terbesar yang menjadi kendala adalah klub dituntut agar menjadi klub yang professional. Artinya, klub punya sumber penghasilan sendiri untuk hidup. Sedangkan semua klub di Indonesia masih menyusu ke APBD sebagai sumber pendanaannya.

Masalah besar kedua yang mengganjal adalah masalah sarana dan prasarana, khususnya stadion. Stadion yang akan dijadikan sebagai homebase oleh peserta LSI harus memenuhi standard yang ditentukan. Kualitas lapangan yang harus sangat2 dibenahi sampai lampu stadion yang akan menjadi penerangan pada pertandingan yang dilangsungkan pada malam hari menjadi hal yang dicermati oleh BLI. Dan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi status stadion yang kebanyakan merupakan bukan milik klub melainkan kepunyaan dari pemda membuat tarik ulur mengenai siapa yang akan membiayai pembenahan stadion ini. Pada akhirnya beberapa klub harus rela pindah homebase dan bahkan satu homebase bisa ditempati oleh lebih dari dua klub. Untuk masalah yang satu ini, Stadion Jalak Harupat bisa dibilang mengalahkan Sansiro yang Cuma jadi homebase AC Milan dan Inter Milan.
Beberapa standard ini rupanya sangat berpengaruh untuk beberapa tim, tercatat 2 tim yang dinyatakan tidak lolos standardisasi ini dan harus rela untuk tidak berlaga di LSI musim ini dan digantikan oleh tim lain yang lebih siap untuk naik kasta.
HANYA DI INDONESIA
Sebuah kejadian yang mungkin hanya ada di Indonesia terjadi ketika LSI sudah tinggal menghitung hari. PSMS yang pada musim lalu menempati urutan kedua mengundurkan diri seiring dengan adanya problem internal. Dalam keterangannya dari balik jeruji besi, ketua umum PSMS menyatakan bahwa PSMS tidak akan mengikuti LSI musim ini. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Ketua Umum PSSI, dari balik jeruji juga, langsung menelepon koleganya itu agar PSMS bisa mengikuti LSI. Dan setelah itu PSMS menyatakan siap untuk mengikuti LSI. Yup, aneh bin ajaib dan mungkin hanya ada di Indonesia. Penjara bukanlah masalah, ada problem? Tinggal pencet teleponnya. Hehehehe….
KUALITAS PERMAINAN
Selain sarana dan prasana tentunya dibutuhkan SDM yang mumpuni agar kualitas persepakbolaan kita bisa naik. Jauh2 hari PSSI sudah menetapkan standard kualitas untuk pemain asing yang berlaga di Indonesia. Bahkan PSSI mengeluarkan Black List bagi beberapa pemain asing, sehingga mau tidak mau mereka harus angkat koper dan mencari penghasilan di Negara lain. Sayangnya PSSI tidak mengeluarkan black list atau bahkan standard untuk ketua umumnya.
Persib vs Persela
Anyway, adakah peraturan2 yang dikeluarkan PSSI itu berpengaruh? Jawabannya adalah ya, sedikit banyak berpengaruh pada kualitas permainan. Dengan sepakbola ngotot khas Indonesia, dihiasi oleh pemain asing yang menunjukan teknik tinggi, LSI berubah menjadi sebuah tontonan yang mengasikan. Ini dapat dilihat dari pertandingan yang berjalan pada Minggu 13 Juli 2008 kemaren antara Persib vs Persela. Pertandingan di Stadion Siliwangi ini berjalan sangat menarik, kedua tim menunjukan permainan terbuka dengan determinasi yang tinggi. Pertandingan yang dimenangi Persib dengan skor telak 5-2 ini tidak menunjukan permainan yang membosankan. Hingga peluit akhir dibunyikan kedua tim masih tetap ngotot. Persela walaupun sudah tertinggal tapi tidak menunjukan sifat menyerah, Persib sendiri bermain tak kalah ngototnya walau sudah unggul tetap menunjukan permainan menyerang.
Ya inilah yang kita harapkan dari bergulirnya LSI. Sebuah permainan sepakbola yang enak untuk diliat, enjoy untuk ditonton. Semoga saja semua tim yang berlaga di LSI bisa menunjukan semangat yang sama, semangat pantang menyerah demi memajukan kualitas sepakbola tanah air. Tetapi tanggung jawab itu tentunya bukan hanya dari pemain, petinggi PSSI juga harus menunjukan jiwa sportifitasnya. Dan tentunya kita2 ini sebagai penonton.
Bila kita semua elemen sepakbola Indonesia bisa menciptakan suasana yang kondusif (tidak korupsi, tidak tawuran, sportif dan professional) bagi persepakbolaan kita, tidak menutup kemungkinan para sponsor akan mulai berani untuk investasi di persepakbolaan kita. Dengan banyak sponsor maka kemungkinan untuk meningkatkan kualitas sepakbola di Indonesia akan semakin terbuka lebar.
Bravo sepakbola Indonesia! No tawuran No Anarki! No Korupsi juga! Just Good Football Indonesia!!! MERDEKA!!!

Categories: Olahraganya Ayam
Tagged: , , , , , ,

2 responses so far ↓

  • KM.RUSDI,SE // July 24, 2008 at 9:32 am | Reply

    salut aku dgn PSSI berani mengulirkan kompitisi lagi padahal tidak memakai APBD lagi,apo sanggup PSSI,cobo kito jingok kerjonyo kedepan

  • ayamcinta // July 27, 2008 at 7:03 am | Reply

    PSSI adalah gudangnya keajaiban mas, orang dari dalem penjara aja masih bisa mimpin ko. Hehehehe
    Yah kita berdo’a saja semoga panggung sepak bola paling megah di tanah air ini tetap bergulir.

Leave a Comment